Proses Organisasi
Proses dalam kamus bahasa Indonesia berarti rangkaian suatu
tindakan. Sedangkan proses dalam buku organisasi karamgan Gibso Invancevich Donnelly
adalah berkenaan dengan aktifitas yang memberi kehidupan pada skema organisasi
tersebut. Proses organisasi merupakan jiwa bagi struktur organisasi. Jika
proses tersebut tidak berjalan dan berfungsi dengan baik,maka masalah tidak
pernah yang tidak perah diharapkan akan timbul dalam sebuah organisasi.
Model-model dalam proses organisasi
1. Proses Komunikasi
Komunikasi menduduki tempat yang utama karena susunan
keluasan dan cakupan organisasi secara keseluruhan ditentukan oleh tehnik
komonikasi. Dari sudut pandang ini komuikasi adalah suatu proses social yag
mempuyai relevansi terluas di dalam memfungsikan setiap kelompok, organisasi
atau masyarakat.
Kelangsungan hidup organisasi berkaitan dengan kemampuan
manajemen untuk menerima, menyampaikan, dan meleksanakan komunikasi. Proses
organisasi menghubungkan organisasi dengan lingkungannya termasuk
bagian-bagiannya. Informasi mengalir ke organisasi dan dari organisasi,
termasuk di dalam organisasi itu sendiri.
Komunikasi diartikan sebagai proses penyampaian informasi
atau pengiriman kepada penerima informasi. Dengan demikian penerimaan informasi
harus memahami isi informasi yang di terimanya, sebaliknya apabila penerimaan
informasi tidak memahami informasi yang di berikan oleh pemberi informasi
berarti tidak terjadi komunikasi yang effektif yang pada akhirnya dapat
menimbulkan suatu konflik. Disamping itu apabila komunikasi dipandang sebagai
suatu proses, ada tiga elemen pokok yang salig berkaitan yang terdapat pada
setiap terjadinya suatu komunikasi, yaitu sender (sumber berita),
message(pesan), dan reciver (penerimaan berita). Apabila salah satunya dari
ketiga elemen tersebut tidak ada, maka komunikasi tersebut tidak akan terjadi.
Untuk itu terdapat delapan unsur pokok di dalam proses komunikasi.
a. Pengiriman atau sumber (sender)
b. Enconding
c. Message
d. Chanel
e. Receiver
f. Recoding
g. Noise
h. Feedback
2. Proses Pengambilan Keputusan
Keputusan dari seorang pemimpin tidak datang secara
tiba-tiba, tetapi melalui suatu proses. Pengambilan keputusan yang akan
diwujudkan menjadi kegiatan kelompok merupakan hak dan kewajiban pucuk pimpinan
berupa wewenang dan wewenang itu dapat dilimpahkan.
Pengambilan keputusan oleh seorang pemimpin yang bersifat
apriori (berburuk sangka) selalu merupakan proses, baik yang berlangsung dalam
pikiran maupun dalam kegiatan oprasioal pemecahan masalah. Proses pengambilan
keputusan itu berlangsung dengan tahapan sebagai berikut :
a. Menghimpun data melalui pencatatan bahkan mungkin berupa
kegiatan penelitian
b. Melalui analisis data
c. Menetapkan keputusan yang akan ditempuh
d. Mengoprasionalakan keputusan menjadi kegiatan
e. Selama berlangsungnya kegiatan sebagai pelaksana
keputusan akan diperoleh data oprasional yang baru
Sementara itu tahapan-tahapan dalam proses pengambilan
keputusan dapat dikemukakan sebagai berikut :
a. Tetapkan masalah
b. Idntifikasi criteria keputusan
c. Alokasikan bobot pada criteria
d. Kembangkan alternaif
e. Evaluasi alternative
f. Pilih alternative terbaik
sumber :
lista.staff.gunadarma.ac.id/.../Proses+Organisasi.pd...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar